Anak Pintar Belajar - Bermain Sambil Belajar | Majalah Bunda

Anak Pintar Belajar - Bermain Sambil Belajar


Anak-anak sangat senang bermainan, dengan bermain mereka dapat belajar sendiri dan ini sangat identik dengan tumbuh kembang bagi anak anak. Permainan merupakan sarana belajar yang menyenangkan, sehingga ketika anak anda bermain, sebenarnya mereka sedang mempelajari sesuatu atau mengenal sesuatu yang baru. misalnya ketika anak kita sedang main air, anak melihat ada benda yang terapung dan benda yang tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air. anak anda akan berpikir untuk mencari tahu penyebabnya atau anda sebagai orang tua dapat memberitahu sampai kenapa hal itu terjadi. dan ini akan direkam oleh memory anak anda. asal sebagai orang tua kita harus menjelaskan sesuai dengan pola pikir anak anak. agar anak anda cepat menyimpan apa yang disampaikan oleh orang tua.

bermain yang baik untuk anak kita dapat diajarkan pada anak kemampuan tertentu baik itu bersifat individual ataupun kelompok.

sebagai orang tua kita harus mempunyai prinsip pada permainan yang terintegrasi dan berpusat pada anak kita. yang dimaksud dengan permainan yang terintegrasi yaitu menciptakan permainan yang melibatkan berbagai macam aspek perkembangan, seperti bahasa, motorik, sosial, emosional dan kognitif. misalnya Permainan peran menggunakan boneka tangan, memasak, prakarya dengan barang bekas dan sebagainya. selain terintegrasi, permainan juga harus berpusat pada anak, maksudnya permainan yang dilakukan oleh anak berdasarkan pada kebutuhan dan kondisi mereka, bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan orang tua, guru atau pengasuh. dengan menerapkan permainan yang berpusat pada anak, mereka akan tumbuh dengan baik ketika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar. Dengan mempertimbangkan keunikan dari masing-masing anak, belajar akan menjadi bagian yang menyenangkan dalam hidup anak, bukan menjadi beban.

Dalam permainan yang berpusat pada anak, orang tua atau guru berperan sebagai fasilitator dan mediator dari proses pembelajaran yang merancang kesempatan bagi anak untuk memilih kegiatan yang akan dilakukan.

Penerapan permainan yang terintegrasi dan berpusat pada anak akan membantu mereka untuk mampu membuat pilihan, belajar bertanggung jawab, menghargai diri mereka sendiri dan orang lain, mampu mengungkapkan ide dan pikirannya sendiri, menjadi pemikir yang kritis, mampu mendeteksi dan memecahkan masalah, menjadi kreatif, imajinatif dan memiliki wawasan luas, peduli dengan masyarakat dan lingkungan.

Berikut ini beberapa ciri ketika orang tua telah menerapkan prinsip permainan yang terintegrasi dan berpusat pada anak :

  • Memiliki kesempatan untuk memilih kegiatan apa yang ingin mereka lakukan.
  • Memiliki kesempatan untuk belajar melalui berbagai cara, misalnya memasak, menulis atau Permainan peran.
  • Anak memiliki waktu yang cukup untuk menjelajahi lingkungan.
  • Anak memiliki tempat yang aman untuk mengenali perasaan mereka, berbuat kesalahan dan menyelesaikan konflik.
  • Anak memiliki tempat untuk memamerkan hasil pekerjaan mereka.
  • Guru terutama orang tua menyempatkan untuk mengamati anak-anak bekerja dan Permainan.
  • Guru atau orang tua menunjukkan penghargaan terhadap anak dan menghargai gagasan-gagasan mereka.

Semua anak usia dini memiliki potensi kreatif tetapi perkembangan kreativitas sangat individual antar anak yang satu dengan anak yang lain. Jadi dapat dikatakan bahwa dengan Permainan anak dapat mengembangkan potensi kreatifnya, anak dapat berkreativitas dalam setiap kegiatan Permainannya.

Ketika prinsip tersebut sudah diterapkan, diharapkan akan terbentuk anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar mulai dari usia dini hingga akhir hanyatnya sehingga belajar bukan lagi suatu beban

Post a Comment

0 Comments